bisnis
3 Menteri dan 1 Wamen Jadi Pembicara Kunci di Agrifood Forum 2026, Bahas Swasembada Protein
Oleh Tim Redaksi • 18 Oktober 2026
Menyongsong Era Ketahanan Pangan Nasional di Agrifood Forum 2026
CNN Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap isu strategis nasional dengan menggelar Agrifood Forum 2026 pada Senin, 19 Oktober 2026. Mengusung tema besar "Swasembada Protein dan Peluang Pangan Global", forum ini diproyeksikan menjadi wadah urun rembug para pemangku kepentingan, mulai dari pejabat tinggi negara, pelaku industri agribisnis, hingga para pengusaha ritel dan kuliner.
Tahun ini, gaung swasembada protein menjadi sangat krusial di tengah dinamika rantai pasok global. Pemerintah menargetkan kemandirian pangan bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang melibatkan seluruh ekosistem ekonomi, dari hulu hingga hilir.
Deretan Tokoh Penting Pengisi Acara
Berdasarkan susunan acara yang dirilis, forum prestisius ini akan menghadirkan jajaran pejabat tinggi negara strategis. Tercatat ada tiga menteri kabinet dan satu wakil menteri yang dipastikan hadir sebagai pembicara kunci (keynote speakers) untuk memaparkan kebijakan serta peluang investasi di sektor pangan:
Diskusi ini tidak hanya berfokus pada produksi di tingkat petani dan peternak, tetapi juga merambah hingga distribusi, pengolahan, serta hilirisasi produk pangan ke tangan konsumen akhir.
Peluang Hilirisasi: Tantangan Efisiensi bagi Pelaku Usaha Ritel dan F&B
Ketika pemerintah menggenjot swasembada protein, dampak ikutannya akan langsung dirasakan oleh para pelaku bisnis di sektor hilir, seperti industri makanan dan minuman (F&B), pasar swalayan, hingga toko kelontong modern yang mendistribusikan produk-produk protein kepada masyarakat.
Dalam ekosistem bisnis modern, ketersediaan bahan baku yang melimpah harus diiringi dengan efisiensi operasional tingkat tinggi. Pelaku usaha kuliner dan ritel sering kali menghadapi tantangan klasik dalam manajemen stok bahan baku (seperti daging, ikan, dan produk olahan susu yang mudah busuk) serta pencatatan transaksi yang lambat.
Di sinilah pentingnya adopsi teknologi digital. Pengusaha F&B dituntut untuk meninggalkan pembukuan manual dan beralih ke sistem pencatatan cerdas. Menggunakan [Kasio Kasir POS](https://kasio.id), pemilik usaha dapat memantau keluar-masuknya stok bahan baku secara real-time, mengotomatisasi rekapitulasi transaksi non-tunai seperti QRIS, hingga menganalisis produk protein mana yang paling diminati oleh konsumen.
Mengapa Efisiensi Digital Kunci Sukses Bisnis Pangan?
Menghadapi persaingan pasar global yang semakin ketat, efisiensi operasional bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa digitalisasi kasir dan manajemen inventaris sangat mendesak bagi UMKM pangan:
Transformasi digital pada lini hilir akan memastikan bahwa program swasembada pangan pemerintah terserap secara optimal oleh pasar, menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dari tingkat akar rumput hingga korporasi besar.