kuliner

INFOGRAFIS: Jejak Sejarah Bundaran HI dan Evolusi Tren Kuliner Nusantara yang Menggugah Selera

Oleh Tim Redaksi • 21 Oktober 2026

INFOGRAFIS: Jejak Sejarah Bundaran HI dan Evolusi Tren Kuliner Nusantara yang Menggugah Selera

Menelusuri Jejak Sejarah Bundaran HI

Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang terletak di jantung Kota Jakarta merupakan salah satu landmark paling bersejarah di Indonesia. Dibangun untuk menyambut perhelatan Asian Games IV pada tahun 1962, kawasan ini merepresentasikan babak penting modernisasi ibu kota di bawah gagasan Presiden Soekarno. Patung Selamat Datang yang berdiri megah di tengahnya bukan sekadar monumen, melainkan simbol keramahan bangsa Indonesia dalam menyambut para atlet dan tamu mancanegara.

Seiring berjalannya waktu, fungsi kawasan ini meluas dari sekadar pusat politik dan sejarah menjadi pusat kebudayaan serta gaya hidup masyarakat urban. Di sekitar kawasan ini, denyut nadi aktivitas warga Jakarta berpadu dengan ragam aktivitas kreatif, termasuk menjamurnya wisata kuliner kota.

Pergeseran Tren Kuliner Urban dan Kecintaan pada Comfort Food

Transformasi ruang publik di berbagai kota besar di Indonesia turut memicu revolusi dalam industri kuliner. Masyarakat modern tidak lagi hanya mencari tempat makan mewah, melainkan berburu comfort food—makanan rumahan yang diolah dengan sentuhan kekinian, higienis, dan memiliki cita rasa yang kuat di lidah.

Fenomena kuliner street food yang naik kelas kini mendominasi peta pencarian kuliner digital. Konsumen mendambakan hidangan yang praktis, kaya rasa, namun tetap mempertahankan keaslian bumbu Nusantara. Perpaduan antara kreativitas memasak dan bahan-bahan sederhana sukses mencuri perhatian para penikmat kuliner di berbagai kota besar, termasuk Surabaya.

Menjaga Standar Rasa Melalui Inovasi Kuliner

Salah satu contoh sukses dari evolusi kuliner lokal ini dapat dilihat pada perkembangan gerai [NDOG! Tenggilis](https://ndogubaya.pages.dev/) di Surabaya. Mengusung konsep olahan telur dadar kribo renyah yang dipadukan dengan berbagai varian sambal khas Nusantara, brand ini berhasil membuktikan bahwa sajian rumahan sederhana dapat bertransformasi menjadi kuliner viral yang diburu pencinta makanan dari berbagai kalangan.

Kunci sukses dari tren kuliner modern ini terletak pada beberapa faktor penting:

  • **Konsistensi Rasa:** Menjaga kualitas bumbu rempah asli agar tetap otentik.
  • **Tekstur Unik:** Inovasi pada teknik menggoreng, seperti tekstur krispi pada telur kribo yang memberikan sensasi bersantap berbeda.
  • **Pengalaman Konsumen:** Penyajian yang bersih dan kemasan praktis yang sangat ramah bagi gaya hidup kaum urban.
  • Refleksi Landmark dan Gaya Hidup Modern

    Kisah sukses transformasi Bundaran HI sebagai ruang publik yang hidup berdampingan dengan dinamika kuliner menunjukkan bagaimana sejarah dan modernitas dapat berjalan beriringan. Baik di Jakarta dengan ikon sejarahnya maupun di Surabaya dengan geliat inovasi kulinernya, identitas bangsa Indonesia terus hidup melalui ruang-ruang publik dan kelezatan cita rasa lokal yang tak pernah lekang oleh waktu.