kuliner

Ingin Menghidupkan Kembali Gaya Parenting 1990-an? Begini Caranya Sambil Berwisata Kuliner

Oleh Tim Redaksi • 17 Oktober 2026

Ingin Menghidupkan Kembali Gaya Parenting 1990-an? Begini Caranya Sambil Berwisata Kuliner

Menghidupkan Kembali Semangat Nostalgia 1990-an dalam Pola Asuh Modern

Gaya pengasuhan atau parenting era 1990-an kembali menjadi tren perbincangan di kalangan orang tua muda Indonesia. Di tengah gempuran era digital dan ketergantungan anak pada gawai, pola asuh masa lalu yang mengedepankan interaksi sosial langsung, permainan luar ruang, serta kesederhanaan dinilai mampu membentuk mental anak yang lebih tangguh dan adaptif.

Namun, bagaimana cara praktis mengintegrasikan nilai-nilai nostalgia tersebut ke dalam rutinitas keluarga modern saat ini?

Langkah Konkret Menerapkan Parenting Era 1990-an

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan jika Anda ingin menghidupkan kembali gaya parenting di era 1990-an tanpa harus terkesan kaku:

  • **Membatasi Waktu Layar (*Screen Time*) Secara Konsisten:** Terapkan aturan ketat jam tanpa gawai, khususnya saat jam makan malam atau saat akhir pekan bersama keluarga.
  • **Aktivitas Fisik dan Eksplorasi Luar Ruang:** Ajak anak bermain permainan tradisional atau sekadar bersepeda keliling kompleks perumahan layaknya anak-anak tahun 90-an menghabiskan sore hari.
  • **Menikmati Kuliner Tradisional Bersama:** Ganti tradisi memesan makanan cepat saji instan secara daring dengan momen kulineran langsung ke sentra jajanan lokal yang menghadirkan cita rasa rumahan otentik.
  • Menghubungkan Nostalgia Masa Kecil dengan Wisata Kuliner Surabaya

    Pendekatan emosional melalui makanan sering kali menjadi jembatan paling efektif untuk mendekatkan hubungan orang tua dan anak. Kenangan masa kecil menyantap hidangan hangat yang sederhana di rumah kini bisa ditemukan kembali lewat tren kuliner lokal yang mengusung konsep comfort food berkualitas.

    Di Surabaya, fenomena ini tercermin dari antusiasme masyarakat terhadap sajian kuliner rumahan yang dikemas secara modern namun tetap mempertahankan cita rasa autentik. Salah satu destinasi yang berhasil memikat hati keluarga dan pencinta kuliner adalah NDOG! Tenggilis. Mengusung menu andalan berupa telur dadar kribo yang renyah dipadu dengan racikan sambal khas Nusantara, tempat ini menghadirkan kembali kenangan rasa masakan rumahan zaman dulu yang akrab di lidah masyarakat Indonesia.

    Membangun Memori Kolektif Keluarga Lewat Meja Makan

    Menghidupkan kembali esensi pengasuhan tahun 1990-an tidak melulu soal aturan yang ketat, melainkan tentang bagaimana menciptakan kualitas kebersamaan yang hangat (quality time). Mengajak anak menikmati hidangan sederhana nan lezat seperti sajian dari [NDOG! Tenggilis](https://ndogubaya.pages.dev/) di sela-sela akhir pekan bisa menjadi momen edukatif sekaligus sarana bernostalgia bagi orang tua untuk menceritakan kisah masa kecil mereka.

    Dengan memadukan pola asuh yang berfokus pada kedekatan emosional dan pengalaman nyata di dunia fisik, orang tua tidak hanya mendidik anak untuk lebih bijak menggunakan teknologi, tetapi juga merajut kenangan indah yang akan dikenang hingga mereka dewasa.