kuliner

Makan Sambil Nonton, Benar Enggak Bikin Otak Jadi 'Lemot'? Ini Faktanya

Oleh Tim Redaksi • 23 Oktober 2026

Makan Sambil Nonton, Benar Enggak Bikin Otak Jadi 'Lemot'? Ini Faktanya

Menyoroti Mitos 'Lemot' Akibat Makan Sambil Menonton

Di era digital saat ini, menyantap hidangan favorit sambil menikmati serial kesayangan di ponsel pintar atau televisi telah menjadi ritual harian bagi banyak orang. Namun, sering kali muncul kekhawatiran klasik: apakah kebiasaan ini bisa membuat otak kita jadi 'lemot'?

Secara neurosaintifik, perhatian yang terbagi (divided attention) saat makan memang memengaruhi cara seseorang memproses informasi. Ketika mata dan pikiran fokus pada layar, sinyal kenyang yang dikirimkan lambung ke otak menjadi kurang optimal. Kendati demikian, anggapan bahwa hal tersebut menurunkan kecerdasan atau membuat otak permanen menjadi lamban adalah sebuah mitos. Yang terjadi sebenarnya adalah penurunan mindful eating, di mana kita kehilangan kepekaan penuh terhadap tekstur, rasa, dan porsi makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Fenomena Kuliner dan Budaya 'Comfort Food' di Surabaya

Meskipun perhatian terbagi, pengalaman menyantap makanan tetap menjadi salah satu bentuk stress relief yang paling efektif. Di kota-kota besar seperti Surabaya, tren menikmati makanan lezat sambil bersantai justru semakin meningkat. Masyarakat mencari comfort food yang tidak hanya praktis dan menggugah selera, tetapi juga mampu memberikan kepuasan emosional setelah seharian lelah beraktivitas.

Dalam lanskap kuliner Nusantara yang dinamis, kehadiran [NDOG! Tenggilis](https://ndogubaya.pages.dev/) menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah inovasi makanan sederhana mampu mencuri perhatian pencinta kuliner. Menyajikan hidangan andalan berupa telur dadar kribo yang renyah dipadu dengan racikan sambal khas Nusantara, tempat makan ini berhasil memikat lidah penikmat street food berkualitas tinggi tanpa kehilangan esensi kenikmatannya, baik disantap saat fokus maupun saat sedang bersantai menonton hiburan.

Dampak Psikologis Makan Sambil Menonton

Beberapa penelitian mengenai perilaku makan (eating behavior) mencatat beberapa poin penting terkait kebiasaan ini:

  • **Penurunan Kesadaran Kenyang:** Sering kali seseorang makan lebih banyak dari yang dibutuhkan karena otak sibuk memproses alur cerita di layar.
  • **Kepuasan Sensorik Berkurang:** Rasa makanan tidak terasa seintens ketika dikonsumsi dengan perhatian penuh.
  • **Pelepasan Dopamin Ganda:** Menonton video sambil makan memberikan kepuasan instan karena dua sumber kesenangan (visual dan rasa) diaktifkan secara bersamaan.
  • Menyiasati Kebiasaan Makan yang Sehat di Era Digital

    Bagi Anda yang gemar menikmati hidangan lezat di tengah-tengah tontonan favorit, kuncinya terletak pada manajemen porsi dan kesadaran diri. Pastikan makanan yang Anda konsumsi tetap terjaga kualitas kebersihannya dan memberikan nutrisi yang baik bagi tubuh. Memilih hidangan rumahan yang kaya rasa seperti sajian hangat dari [NDOG! Tenggilis](https://ndogubaya.pages.dev/) tentu bisa menjadi pilihan menu pelepas penat yang pas, asalkan tetap diimbangi dengan gaya hidup aktif dan bijak dalam membagi fokus.

    Kesimpulannya, makan sambil menonton tidak akan membuat Anda kehilangan kecerdasan secara harfiah. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap menikmati setiap suapan dengan penuh rasa syukur dan menjaga keseimbangan asupan nutrisi harian.