bisnis
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono Soroti Ketahanan Protein Nasional di Agrifood Forum 2026
Oleh Tim Redaksi • 16 Oktober 2026
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono dijadwalkan tampil sebagai pembicara utama dalam ajang bergengsi CNN Indonesia Agrifood Summit 2026 yang dihelat pada Senin (19/10). Dalam forum strategis ini, Menteri KKP akan membeberkan cetak biru (blueprint) ketahanan protein Indonesia yang bertumpu pada optimalisasi sektor perikanan tangkap dan budidaya modern demi mendukung visi besar Indonesia Emas 2045.
Fokus utama pemerintah saat ini tidak hanya pada peningkatan produksi pangan laut, tetapi juga pada distribusi yang merata serta efisiensi rantai pasok dari hilir hingga hulu. Transformasi ini menuntut seluruh ekosistem bisnis pangan—mulai dari nelayan, pengepul, distributor, hingga pelaku usaha kuliner dan ritel produk laut—untuk bergerak lebih adaptif dan berbasis teknologi.
Transformasi Rantai Pasok Pangan: Tantangan Efisiensi Pelaku Usaha
Diskusi mengenai ketahanan protein nasional di Agrifood Summit 2026 membuka mata para pelaku bisnis di sektor makanan dan minuman (F&B) serta ritel segar bahwa efisiensi operasional adalah kunci. Ketika suplai produk protein seperti ikan dan hasil laut lainnya meningkat, tantangan terbesar bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) adalah bagaimana mengelola inventaris dengan akurat, meminimalisir susut bahan baku, serta mempercepat proses transaksi di kasir.
Dalam lanskap bisnis modern, pengelolaan manual sudah tidak lagi relevan. Pelaku usaha membutuhkan sistem digital terintegrasi yang mampu merekam setiap arus kas masuk dan keluar secara real-time. Di sinilah pentingnya adopsi teknologi pencatatan modern yang transparan dan efisien.
Peran Teknologi Kasir Digital dalam Ekosistem Pangan Modern
Untuk mendukung kelancaran distribusi produk pangan dan kuliner berbahan dasar protein laut, efisiensi di titik penjualan (point of sales) menjadi sangat krusial. Penggunaan [Kasio Kasir POS](https://kasio.id) terbukti membantu para pelaku usaha kuliner dan ritel pangan dalam mengotomatisasi rekapitulasi transaksi harian, memantau ketersediaan stok bahan baku secara akurat, serta memfasilitasi pembayaran non-tunai seperti QRIS dengan mulus.
Dengan sistem manajemen inventaris yang cerdas, pemilik bisnis dapat menghindari kerugian akibat kelebihan stok maupun kehabisan bahan baku protein segar. Integrasi teknologi seperti ini tidak hanya mendongkrak produktivitas bisnis secara mandiri, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan sejalan dengan misi besar ketahanan pangan nasional yang digaungkan pemerintah.
Menyongsong Masa Depan Pangan Indonesia yang Berkelanjutan
Kehadiran Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono di Agrifood Forum 2026 diharapkan mampu memberikan arah kebijakan yang jelas bagi para stakeholder industri pangan. Sinergi antara kebijakan strategis pemerintah dan adopsi teknologi operasional yang mumpuni di tingkat pelaku usaha diyakini akan mempercepat terwujudnya kedaulatan pangan dan gizi nasional.
Bagi para pelaku bisnis di sektor ritel dan F&B, momentum ini adalah saat yang tepat untuk melakukan transformasi digital. Mengoptimalkan operasional harian menggunakan solusi [aplikasi kasir online](https://kasio.id) bukan lagi sekadar pilihan, melainkan strategi bertahan dan berkembang di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompetitif.